fococlipping-20220104-191657

PUBLIKASI

Policy Brief: Perluasan Akses, Peningkatan Kapasitas Usaha, dan Pengelolaan Risiko: Arah Pembenahan Kredit Usaha Rakyat

16 October 2026

|

  • KUR berhasil memperluas akses pembiayaan, tetapi dampaknya terhadap peningkatan kapasitas usaha masih terbatas. Hingga Juli 2026, KUR telah menyalurkan Rp2.320,88 triliun kepada 56,71 juta debitur dengan NPL sebesar 2,39% pada Maret 2026. Namun, hanya 21,7% debitur yang mengalami kenaikan kelas omzet, menunjukkan bahwa perluasan pembiayaan belum optimal mendorong peningkatan kinerja UMKM.
  • Risiko KUR berpotensi meningkat di tengah tekanan ekonomi dan ketidaksesuaian kapasitas usaha. NPL yang terjaga belum sepenuhnya mencerminkan tekanan pembayaran debitur, sebagaimana terlihat dari omzet 2,9% debitur yang berada di bawah nilai angsuran dan loan at risk sebesar 6–8% pada penyalur terbesar. Tekanan tersebut juga merambat ke penjamin melalui peningkatan rasio klaim, sementara mekanisme penetapan IJP belum sepenuhnya mencerminkan risiko yang ditanggung.
  • Keberlanjutan KUR membutuhkan penguatan manajemen risiko dan penyelarasan insentif seluruh pemangku kepentingan. Pembenahan perlu mencakup pemantauan dini kapasitas bayar dan loan at risk, penguatan keterkaitan pembiayaan dengan ekosistem usaha dan kepastian pasar, serta peninjauan arsitektur subsidi dan penjaminan agar pemerintah, penyalur, dan penjamin memiliki insentif yang selaras.
0001

16 October 2026

Policy Brief: Perluasan Akses, Peningkatan Kapasitas Usaha, dan Pengelolaan Risiko: Arah Pembenahan Kredit Usaha Rakyat

Penulis :

Mohamad Dian Revindo, Ph.D; Ibrahim Kholilul Rohman; Ali Kifayatullah, S.E.; Muhammad Syafiq Zufarulhaq, S.E.; Nada Serpina