Kinerja Asuransi Jiwa
- Premi: Pada Kuartal II-2026, pendapatan premi industri asuransi jiwa konvensional menurut
data OJK menunjukkan pemulihan dengan tumbuh sebesar 12,93% year-on-year (YoY),
terutama didorong oleh pertumbuhan produk asuransi tradisional dan juga produk PAYDI.
Secara struktural, pertumbuhan premi tersebut ditopang oleh peningkatan premi bisnis baru
sebesar 31,42% (YoY), baik yang berasal dari premi tunggal. Kondisi ini sejalan dengan
meningkatnya pendapatan premi melalui berbagai kanal distribusi, terutama baccansurance,
agen asuransi, broker, employee benefit (EB) consultant, Kerjasama IKNB dan Non-IKNB. - Klaim: Pada periode yang sama, total klaim yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa
mengalami peningkatan yaitu 10,49%(YoY), Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh
kenaikan klaim pada produk tradisional, termasuk klaim kesehatan, sejalan dengan
meningkatnya utilisasi layanan kesehatan. Sementara itu, klaim dari penebusan unit produk
PAYDI turun 0,94% (YoY).
Kinerja Asuransi Umum
- Premi: Pada kuartal II-2026 pendapatan premi asuransi umum mencatatkan kinerja yang
sedikit terkontraksi, premi bruto asuransi umum tercatat turun -2,5% (YoY). Kontraksi tersebut
bersumber dari beberapa lini bisnis yang mencatatkan pertumbuhan negatif yang cukup
tinggi yakni Energy Onshore, Satellite, dan Property masing-masing turun -40,2% (YoY), -22,2%
(YoY), dan -13,6% (YoY). - Klaim: Di sisi lain, klaim asuransi umum meningkat cukup tinggi pada beberapa lini bisnis
dengan peningkatan signifikan sebesar 23,3% (YoY). Lini bisnis Aviation mencatat kenaikan
klaim tertinggi sebesar 1.188% (YoY), disusul oleh Engineering naik 78,5% (YoY), dan Personal
Accident sebesar 62,6% (YoY).
Kinerja Keuangan
- Asuransi Jiwa: Industri asuransi jiwa mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp13,2 triliun
triliun, didorong dari peningkatan premi dan penurunan jumlah beban. - Asuransi Umum: Industri asuransi umum mencatat laba setelah pajak sebesar Rp5,4 triliun,
turun signifikan sebesar -32,27% YoY yang dipicu oleh penurunan pada pendapatan
underwriting, investasi dan kenaikan jumlah beban underwriting.
Rasio Kesehatan Keuangan
- Asuransi Jiwa: Industri asuransi jiwa menunjukkan kondisi kesehatan keuangan yang kuat
dengan rasio RBC sebesar 466,50%. Namun, dari sisi operasional, combined ratio tercatat
sebesar 104,33% dengan rasio klaim mencapai 80,87%. Meski demikian, RKI masih di atas 100%,
menandakan investasi masih mampu menutup kewajiban teknis. - Asuransi Umum: Industri asuransi umum juga menunjukkan kondisi kesehatan keuangan
yang kuat dan stabil dengan rasio RBC sebesar 366,12%. Dari sisi operasional, kinerja industri
tergolong baik dengan combined ratio sebesar 74,53%, menunjukkan bahwa biaya klaim dan
operasional masih di bawah pendapatan premi. Rasio klaim tercatat sebesar 48,19%.
Sementara itu, RKI masih berada di atas 100%.