fococlipping-20220104-191657

PUBLIKASI

Persepsi dan Ekspektasi Produk Asuransi Syariah

22 April 2026

|

  • Asuransi syariah di Indonesia memiliki potensi yang besar namun realisasinya tertahan oleh intention action gap yang bersumber dari keraguan pasar yang dipicu oleh keterbatasan pemahaman, persepsi nilai yang belum kuat, dan rendahnya kepercayaan, bukan karena penolakan terhadap produk itu sendiri.
  • Preferensi masyarakat cenderung pada produk proteksi dasar yang sederhana, relevan, dan terjangkau, dengan fokus pada manfaat yang mudah dipahami serta premi yang terjangkau.
  • Keputusan memilih asuransi syariah ditentukan oleh kombinasi nilai (value-based motives) dan bukti fungsional, di mana kejelasan dan transparansi mekanisme menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan mendorong minat penggunaan.
  • Intensi membeli dan kesediaan membayar lebih untuk asuransi syariah terutama didorong oleh faktor persepsi seperti trust, nilai ta’awun, dan pemahaman, serta pengalaman dan kemampuan finansial, sementara faktor demografis relatif kurang berpengaruh.
  • Peralihan ke asuransi syariah terutama didorong oleh faktor pull dan religiositas, dengan push sebagai pemicu awal dan variety seeking sebagai penguat; pengaruh ini lebih kuat pada pengguna konvensional, sementara pada pengguna berpengalaman syariah lebih ditentukan oleh kesesuaian nilai dan kualitas layanan.
  • Determinan yang paling konsisten pada model rencana membeli asuransi syariah berasal dari faktor persepsi, kepercayaan, dan pengalaman. Faktor lain seperti persepsi pengetahuan (subjective knowledge), persepsi nilai ta’awun, keyakinan bahwa dana dikelola sesuai prinsip syariah, serta pengalaman penggunaan produk keuangan syariah lain muncul sebagai pendorong penting rencana membeli.
  • Strategi pengembangan asuransi syariah perlu disesuaikan dengan karakteristik segmen pasar. Segmen conversion-ready (pemilik asuransi konvensional), pendekatan yang paling realistis adalah conversion-led growth dengan memfokuskan penawaran pada produk proteksi inti (jiwa, kesehatan, dan pendidikan). Segmen trust-ready (sharia-exposed), strategi dapat diarahkan pada accelerated conversion melalui ecosystem channels yang memiliki kredibilitas tinggi, disertai edukasi yang menekankan keunikan dan nilai tambah syariah. Sementara itu, untuk segmen uninsured, strategi yang tepat adalah market development melalui penyediaan produk entry-level yang sederhana dan terjangkau, penguatan literasi, simulasi manfaat/klaim berbasis skenario, serta pengurangan friksi melalui kanal
0001

22 April 2026

Persepsi dan Ekspektasi Produk Asuransi Syariah

Penulis :

Ibrahim Kholilul Rohman, Rosi Melati, Nada Serpina, Tika Arundina, Kenny D. Indraswari, Adela Miranti, Natasya Nisaul A., Nabila Fakhrin Nisa, Nourul Kharomah, Ashrina Qurrotu A’yunina