Sektor asuransi memiliki peran krusial dalam infrastruktur keuangan dengan memberikan perlindungan finansial terhadap risiko yang tak terduga. Pada tahun 2022, Indonesia menempati posisi ketiga dalam total pendapatan premi langsung untuk asuransi jiwa dan asuransi umum di Emerging Asia setelah China dan India. Namun penetrasi premi asuransi jiwa dan umum Indonesia masih relatif rendah dan berada pada urutan ke-8 di kawasan Emerging Asia. Lebih dalam, penetrasi premi asuransi jiwa memiliki gap yang besar dibandingkan dengan negara-negara emerging market. Hal ini menegaskan bahwa masih ada ruang yang luas bagi pertumbuhan sektor ini. Produk asuransi jiwa di Indonesia masih terkonsentrasi pada produk yang menawarkan dua manfaat seperti produk unit link dan endowment, sementara pada sisi asuransi umum, dominasi oleh tiga lini usaha yaitu asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kredit, menunjukkan konsentrasi industri yang tinggi pada produk-produk tertentu. Lebih lanjut akan dibahas dalam studi ini.
Toward Stronger Financial Industry in Indonesia