Salah satu ciri kelemahan usaha tani dilahan kering adalah kekeringan yang berdampak pada risiko kegagalan panen yang besar, antara lain untuk tanaman pakan ternak (berbagai rumput-rumputan), dan tanaman pangan setahun (padi dan palawija). Selain itu keringnya rerumputan dan tanaman semak menyebabkan rawan api. Sejumlah data menunjukkan gagal panen yang terjadi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, yakni tahun 2019 sekitar 1.000 hektare lahan sawah di Manggarai Barat mengalami gagal panen akibat kekeringan, tahun 2024 sebanyak 75 hektare lahan jagung di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Rana Mese, gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan. Penelitian ini memfokuskan diri pada analisis perilaku petani dalam memahami dan merespons risiko kekeringan, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi keputusan mereka dalam mengadopsi asuransi pertanian.
Toward Stronger Financial Industry in Indonesia